Beranda > Tulisanku > Darsem! Jangan Lupa Diri!

Darsem! Jangan Lupa Diri!

Apakah diantara kita masih ingat Darsem? Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lolos dari hukuman pancung itu kini tengah menjadi sorotan setelah menjadi miliarder.

Darsem, mantan TKI asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali ke kampung halamannya pada Rabu (13/7) setelah terbebas dari hukuman pancung di Arab Saudi setelah dibantu pemerintah dengan diyat sebesar Rp 4,7 miliar. Ia juga mendapat bantuan dari para pemirsa sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 1,2 miliar sehingga kini menjadi miliarder.

Banyak orang mengecam Darsem sebagai orang tidak tahu diri lantaran Darsem kini hidup bergelimang harta. Bahkan para tetangganya menyebut Darsem sebagai ”toko emas berjalan” lantaran ke mana-mana pakai emas, sudah seperti toko berjalan.  Pengacara Darsem, Elyasa Budianto, pun menuturkan hal serupa.

Darsem nampaknya telah lupa diri. Ia kini asyik menikmati sumbangan yang mengalir ke dirinya, di tengah derita banyak orang papa dan TKW di negeri ini.

Kita harus mendudukkan kembali peruntukan sumbangan bagi Darsem itu. Uang itu bukanlah untuk keperluan pribadi sehari-hari apalagi keperluan untuk kemewahan.

Dana yang dikumpulkan dari masyarakat itu sedianya untuk membayar diyat. Namun karena pemerintah telah membayar seluruh diyat, maka uang sumbangan itu kemudian diserahkan kepada Darsem.

Memang, Darsem telah menyisihkan sebagaian uang itu untuk keperluan sosial. Namun tidak dapat dibenarkan pula jika uang tersebut untuk keperluan konsumtif pribadi. Ini merupakan tindakan pengkhianatan, jika tidak dikatakan dzalim karena telah mengalihkan peruntukkan dana sumbangan tersebut untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan peruntukkan pada awal dana tersebut dikumpulkan.

Para pemirsa televisi yang menyumbang untuk Darsem juga mengecam tingkah laku Darsem saat ini. Mereka menuntut Darsem untuk sadar diri.

Kekesalan para pemirsa televisi tersebut tidak pas jika langsung kita cap sebagai bentuk ketidakikhlasan. Ia lebih tepatnya dikatakan sebagai bentuk kekesalan atas sikap Darsem yang tidak sadar diri.

Orang akan kesal jika apa yang telah diberikannya kepada orang lain justru disalahgunakan. Bukan hanya persoalan uang saja, bahkan persoalan ilmu pengetahuan pun bisa. Orang yang telah diberikan pengetahuan tetapi digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, tentu akan memunculkan kecaman terhadapnya.

  1. Agustus 14, 2011 pukul 5:45 pm

    Ini awal mulanya dari miskoordinasi antara.. TvOne dan Kemlu.. Karena sebenarnya Kemlu pada awalnya tidak berpikir untuk memberikan diyat, dan baru pada akhir2 Kemlu mau memberikan diyat, ketika awalnya tvOne ingin juga mengcover biaya diyat, Kemlu menjawab tidak perlu.
    Nah, akhirnya dana tvOne ini akhirnya turun ke Darsem, tapi sayang tvOne berlepas tangan begitu saja, (tvOne sudah menganggap dana itu sudah rejeki Darsem dan terserah Darsem mau diapakan dana itu) tanpa monitoring lebih lanjut, dan hal ini dikritik banyak pihak, termasuk Kemsos..
    Untuk selanjutnya memang kudu ada langkah preemptive untuk pemberian dana langsung seperti ini, yang pada praktiknya tidak selalu baik dan sering disalahgunakan..

  2. Agustus 17, 2011 pukul 12:55 pm

    jadi terharu karena seorang ibu mencari nafkah demi keluarga nya,,

    • AnastasiA
      Juni 11, 2012 pukul 2:58 am

      Maksudx apa?

  3. Agustus 19, 2011 pukul 8:32 am

    wah parah bangt tw mah,,,

  4. Agustus 19, 2011 pukul 8:33 am

    itu namanya orang ga tau diri tw yang kaya di gitu mesti di basmi,,,

  5. fardhie
    Agustus 24, 2011 pukul 3:48 am

    seandainya tulisan ini bisa dibaca langsung oleh yg bersangkutan…

  6. September 4, 2011 pukul 2:07 am

    hii salam kenal iya dari vira ..🙂
    jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
    wah bagus juga iya blog ka2 … ^_^ good luck iya…..

  7. Deni Irawan
    September 6, 2011 pukul 8:01 am

    Seharusnya tvOne berkomunikasi terlebih dulu ke Pemirsa mengenai uang sumbangan tersebut. Jangan asal kasih jika rencana peruntukannya berubah.

  8. iis
    September 20, 2011 pukul 3:25 pm

    boring c dasem tdk tahu diri

  9. Oktober 1, 2011 pukul 8:25 am

    hhahaha .
    gak boleh gitu dong .
    mohon maklum adanya🙂
    salam kenal .
    http://www.hajarabis.com

  10. Darmanto Muat
    November 9, 2011 pukul 5:55 am

    ya..begitulah kebanyakan manusia..
    kita berdoa supaya beliau segera sadar dan tidak berlebihan..
    kita juga berdoa agar terlindung dari sikap bermegah2an dalam harta dunia..

    tetap menginspirasi mas..!
    salam kenal,

  11. November 19, 2011 pukul 8:05 am

    ga tau diri banget ciie darsem,,

  12. jack
    Desember 13, 2011 pukul 12:48 am

    nggak apa apa kok, dah rezekinya dia kenapa mesti iri hehehehehe

  13. AnastasiA
    Juni 11, 2012 pukul 2:56 am

    Sharusx darsem di sidang lf atas kasus pmbunuhan bkanx mlah dikasih miliar,

  14. ntb
    September 3, 2012 pukul 10:44 am

    Yg salah bukan darsem,tp pendonorx cb difikir kluargax ibu ruyati lbih pantas nerimax kalo sindarsem mah pembunuh ya mestix di sidang tuh di pngadilan bkanx mlah disanjung

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: