Minggu (6/11), umat Islam seluruh dunia serentak merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada saat yang bersamaan, sebagian umat Islam datang ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Seruan takbir dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia. Dengan suka cita, hati para pecinta Allah menyambut datangnya hari mulia tersebut.

Salah satu yang disunnahkan pada Idul Adha atau Idul Kurban adalah menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi atau unta. Penyembelihan yang dilakukan oleh umat Islam itu merupakan simbolisasi atas perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS yang diperintah Allah untuk menyembelih putranya sendiri yang amat ia cintai, Ismail AS.

Dengan hati yang gundah, Ibrahim pun mengutarakan perintah Allah itu kepada putranya. Dengan keteguhan hati, putra terkasih Ibrahim pun meminta ayahnya untuk melaksanakan perintah Allah tersebut. Ibrahim pun melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada dirinya. Melihat keteguhan hati Ibrahim dan Ismail, Tuhan pun menggantikan Ismail yang hendak disembelih ayahnya sendiri dengan seekor domba.

Ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Kisah Nabi Ibrahim yang sanggup mengorbankan putranya demi melaksanakan perintah Allah menjadi ingatan dan pelajaran bagi seluruh umat Islam. Kepatuhan dan ketaatan Ibrahim dan Ismail tersebut kemudian disimbolikkan dengan ibadah kurban yang dilakukan oleh umat Islam sekarang ini.

Betapa sabarnya Ibrahim dan Ismail ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang bagi kita semua bisa jadi merupakan ujian paling berat. Berat rasanya jika kita diharuskan membunuh anak atau sanak keluarga kita sendiri.

Namun, Ibrahim telah membuktikan bahwa rasa cintanya kepada Allah melebihi rasa cintanya kepada selain-Nya. Ibrahim telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa ungkapan tertinggi dari perasaan cinta adalah rela berkorban demi yang dicintainya dan bersabar menanggung beratnya pengorbanan tersebut.

Ibrahim mengajarkan kepada kita bahwa tiada cinta tanpa kesetiaan dan tiada kesetiaan tanpa pengorbanan. Pengorbanan akan mustahil terwujud jika kita tidak sanggup bersabar menahan beratnya beban pengorbanan tersebut.