Beranda > Tulisanku > Survei LSI Bantah Dikotomi Tua Muda

Survei LSI Bantah Dikotomi Tua Muda

Setelah melakukan publikasi soal hasil survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SBY, LSI kini kembali membuat banyak orang terperanjat lantaran hasil survei yang dilakukannya menunjukkan hasil yang mencengangkan. Betapa tidak, di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhdap para politisi tua, justru hasil survei menunjukkan penilaian buruk dari public terhadap politisi muda.

Survei dilakukan 5-10 September 2011. Jumlah sampel 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Definisi politisi muda menurut LSI adalah anggota atau pengurus partai politik atau organisasi masyarakat yang berusia di bawah 50 tahun. Adjie mengatakan, pihaknya memilih usia di bawah 50 tahun lantaran jarang ada politisi berusia di bawah 40 tahun yang menduduki jabatan strategis di partai

Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, mengungkapkan, hanya 24,8 persen publik yang menilai baik kiprah politisi muda. Sisanya, sebagian menilai buruk dan sebagian lagi tidak menjawab. Tentu jumlah penilaian baik terhadap politisi muda ini merupakan jumlah yang sangat kecil. Publik hari ini, menganggap politisi muda hanya melanjutkan keburukan politisi seniornya.

Sementara itu, menurut Adjie, masyarakat kota lebih kritis menilai politisi muda. Hanya 21,2 persen publik di kota menilai politisi muda baik. Adapun di desa lebih tinggi, yakni 26,5 persen. Berdasarkan jenis kelamin, 26,8 persen perempuan menilai baik politisi muda dan 22,7 persen pria menilai baik.

Tentu masih hangat dalam benak kita, ketika muncul gagasan kepemimpinan kaum muda muncul di tengah masyarakat tatkala wacana di ruang publik berangsur-angsur dipenuhi dengan berbagai gugatan ketidakpuasan atas kondisi politik dan ekonomi nasional. Masyarakat kecewa atas kinerja pemerintah yang dinilai terlalu kompromistis yang diwakili calon pemimpin bangsa yang tua atau para politisi yang tua.

Hasil survei LSI tersebut, seharusnya menjadi koreksi, bukan hanya bagi para politisi, tetapi juga bagi kita dalam menyikapi fenomena politisi yang sekarang cenderung kinerjanya tidak karuan. Alangkah baiknya jika mulai sekarang pola pikir yang cenderung membedakan antara tua dan muda dalam bursa kepemimpinan nasional saat ini harus segera diakhiri.

Tua dan muda bukanlah ukuran penting, karena yang terpenting adalah integritas moral, etika politik dan kesungguhan untuk mencapai kemajuan bangsa. Usia muda bukan jaminan, sebagaimana usia tua juga tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai pemimpin yang baik.[]

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: