Beranda > Tulisanku > Indonesia vs Malaysia; Tak Hanya Sekedar Pertandingan Final

Indonesia vs Malaysia; Tak Hanya Sekedar Pertandingan Final

SEA Games XXVI kali ini menorehkan prestasi menggembirakan bagi Indonesia di cabang sepakbola saat timnas U-23 Indonesia berhasil menekuk Vietnam di babak perempat final dengan skor 2-0. Keberhasilan Indonesia tersebut mengantarkannya ke babak penentuan juara dan kali ini Indonesia kembali harus menghadapi Malaysia.

Seakan sejarah itu kembali berulang. Seperti pada Piala AFF lalu, tim garuda harus berhadapan dengan Malaysia yang selama ini dianggap sebagai “musuh bebuyutan” (tight rival) yang bisa membuat adrenalin para suporter menggelegak..

Pertandingan Final antara Indonesia melawan Malaysia, bukanlah pertandingan final biasa. Pertandingan yang bakal digelar hari ini, Senin (21/11), itu pun diprediksi oleh banyak kalangan akan sarat unsur emosional juga.

Pasalnya, kedua negara yang saling bertetangga ini dalam kurun beberapa tahun belakangan ini terlihat tak pernah akur. Satu per satu konflik antar keduanya mencuat. Tak jarang, konflik itu memunculkan kegeraman bagi rakyat Indonesia dengan hingga muncullah slogan ”Ganyang Malaysia”.

Ambil contoh beberapa konflik soal Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang diperlakukan tidak manusiawi di Malaysia, perebutan pulau, hingga perselisihan mengenai batas perairan.

Sederatan kasus tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu alasan bagi timnas Indonesia U-23 untuk mewajibkan diri memenangkan pertandingan final melawan Malaysia. Bukan hanya soal medali emas yang saat ini sudah ada di depan mata, tetapi persoalan mempertahankan harga diri bangsa.

Hari ini, Senin (21/11), Stadion GBK akan bergemuruh menyambut sebuah pertandingan bersejarah, “the real final” cabang sepakbola SEA Games XXVI. Stadion GBK akan menjadi saksi bagaimana kedua negara yang selama ini berseteru tidak hanya memperebutkan medali emas, tetapi juga mempertahankan harga diri bangsa.

Dapat dipastikan tempat duduk di Stadion GBK tidak mampu menampung animo suporter yang ingin menyaksikan aksi akrobatik Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Penampilan Patrich Wanggai dan kawan-kawan benar-benar telah membakar “syahwat” sepakbola seluruh rakyat Indonesia.

Satu hal yang perlu diingat, bola itu bundar, semua bisa terjadi. Meskipun Patrich Wanggai cs selama ini menorehkan hasil positif dalam setiap pertandingan, jangan sampai membuat mereka besar kepala. Kesabaran dan tidak mudah terprovokasi menjadi kuncinya. Serahkan semua pelanggaran di lapangan kepada wasit yang memimpin pertandingan. Bravo Timnas.

  1. November 22, 2011 pukul 9:36 am

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  2. November 23, 2011 pukul 7:15 am

    dan akhirnya skarang indonesia kalah melawan malaysia tapi walaupun begitu juga indonesia tetap menjadi juara umum

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: