JAKARTA – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.  

Menurut pria yang lebih akrab dipanggil Buya ini, hal semacam itu harus dihentikan. Sebab kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. “Saya rasa sikap yang tidak baik, ada monopoli kebenaran,” ujar Buya kepada okezone, Minggu (1/1/2012).

Buya pun heran terhadap tindakan anarkistis sebagian masyarakat lantaran menganggap Syiah bertentangan dengan Islam. Padahal kata dia, Syiah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. “Kalau Syiah dikalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima,” jelasnya.

Dia pun menyatakan bahwa setiap orang sekalipun atheis berhak hidup. Hal yang terpenting kata dia, bisa hidup rukun dan toleran. “Jadi perbuatan-perbuatan semacam itu harus dihentikkan, apalagi di Sampang itu bersaudara, masak agama memecah belah,” paparnya.

Dia meyakini para pemeluk agama yang melakukan tindakan anarkistis bukanlah penganut agama yang diridhai. “Menurut saya semacam itu bukan agama yang autentik,” pugkasnya.

Sumber: OKEZONE