Beranda > Tulisan Orang > NU dan Muhammadiyah: Syi’ah Tidak Sesat

NU dan Muhammadiyah: Syi’ah Tidak Sesat

NU dan Muhammadiyah: Syi’ah Tidak Sesat

Tragedi Sampang kembali berulang. Kini, tragedi penyerangan terhadap muslim Syi’ah Sampang menelan korban nyawa.

Pengamat sosial politik Bambang Budiono mengatakan fatwa haram dan sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Syiah menjadi salah satu pemicu konflik kekerasan di Sampang.

Fatwa tersebut adalah fatwa MUI Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur dengan nomor: A-035/MUI/spg/2012 tentang kesesatan ajaran Syi’ah. Ajaran ini disebarluaskan oleh saudara Tajul Muluk di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Fatwa tersebut menegaskan, aliran yang dibawa Tajul Muluk itu sudah dikenal sejak 2004-2005 di daerah tersebut. Ajaran tadi dinilai sudah menyimpang dari ajaran Islam.

Kekerasan terhadap komunitas Syiah kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. Sekitar 200 warga anti-Syiah menyerbu permukiman milik komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Ahad pagi, 26 Agustus 2012. Mereka melempari rumah dengan batu.

Aksi tersebut dibalas pemuda Syiah sehingga bentrokan pun tak terhindarkan. Setidaknya dua penganut Syiah tewas akibat sabetan celurit. Sekitar 10 rumah juga terbakar. “Kerugian lain belum tahu karena kami masih bersembunyi,” kata sumber berinisial HI, yang enggan menyebut nama lengkapnya.

Pembakaran rumah milik warga Syiah bukan pertama kali terjadi di Sampang. Sebelumnya, akhir Desember tahun lalu, massa anti-Syiah membakar rumah Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang. Tajul tengah menjalani vonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai aliran Islam Syiah secara umum bukan merupakan aliran sesat. “Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Said menjelaskan Syiah adalah salah satu sekte Islam yang telah berdiri sejak 14 abad lalu dan tersebar di mana pun di dunia ini dan berpusat di Iran.

Perbedaan mahzab, menurut Said, adalah dinamika dalam kehidupan beragama.

“Hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk saling menyerang dan konflik. Syiah bukan aliran sesat, hanya berbeda dengan kami,” kata Said.

Sementara itu, Muhammadiyah pun menyatakan bahwa Syi’ah tidak sesat. Muhammadiyah mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap penganut Syiah di Sampang.

Muhammadiyah mengungkapkan yang membedakan Syiah dengan ajaran Islam lainnya sebenarnya hanyalah dalam persoalan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib.

“Dari sudut ajaran Islam, saya memang tidak sepakat dengan Syiah, tapi perbedaan itu juga ada dalam paham-paham lain yang ada di dalam Islam,” kata Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A Mughni, di Surabaya, hari ini, menanggapi konflik Syiah di Sampang, Madura, Jatim.

Menurut dia, hal yang tidak bisa disepakati umat Islam lainnya terkait Syiah adalah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib atau perbedaan dalam aspek politik.

“Itu biasa dan nggak mungkin semuanya dijadikan satu pendapat, karena itu kepada Syiah dan aliran atau paham apapun sebaiknya justru saling menghormati dan menghargai untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkap dia.

Guru Besar Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan perbedaan dengan Syiah dalam politik atau kepemimpinan itu memang berdampak pada beberapa amaliah keagamaan.

“Dalam amaliah keagamaan, Syiah memang lebih cenderung kepada amaliah yang terkait langsung dengan Ali bin Abi Thalib, tapi hal itu bukan berarti sesat, karena itu hanya konsekuensi dari sebuah kultus individu,” tutur dia.

Oleh karena itu, perbedaan politik dengan Syiah itu hendaknya tidak dijadikan alasan untuk melakukan tindak kekerasan kepada penganut Syiah.

“Muhammadiyah mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap penganut Syiah di Sampang, sebab mereka juga sama dengan kita sebagai umat Islam dan sebagai warga negara Indonesia,” tegas dia.

Dari berbagai sumber berita online.

 

 

 

  1. September 2, 2012 pukul 7:20 am

    Tulisan singkat yang bernas dan bermanfaat. Almarhum Gus Dur dulu juga mengatakan bahwa, Syiah adalah mazhab kelima dalam Islam.

    • September 2, 2012 pukul 4:14 pm

      mangtop…

    • September 19, 2012 pukul 9:43 pm

      Say setuju dengan pak sayfiq, keberagamaan tidak bisa dipaksakan dengan dalih apapun,.. sejak kapan indonesia harus beraliran sunni?… tanya kenapa🙂

  2. September 4, 2012 pukul 8:20 am

    Syiah diserbu dan diserang oleh Kaum Sunni
    Nah di lain sisi Kaum Ahlus Sunnah wal Jamaah diserang dan tidak disukai serta dibenci oleh kaum Ahlus Sunnah, dikatakan mereka Ahlul Bid’ah, dsb….

    Bagaimana mungkin terjadi begini terus. Bagaimana kalau dibuat aturan bahwa semua agama berdampingan, seperti halnya non muslim (Kristen, Hindu dan Budha serta Kong hu Chu)…sekedar usul…

  3. September 10, 2012 pukul 7:36 am

    stuju dg artikel di atas

  4. September 11, 2012 pukul 2:14 pm

    Damai itu indahhh,,,persatuann itu indaahhhhh,,,

  5. September 15, 2012 pukul 1:50 am

    semoga toleransi harus tetap terjaga agar tak terjadi seperti ini lagi

  6. abdullah
    September 21, 2012 pukul 11:43 pm

    NU yang sekarang bilang syiah nggak sesat, tapi pendiri NU dulu mengatakan syiah mesti diwaspadai karena sesat, nanti kl NU ganti ketua lagi, bilang sesat … ganti ketua selanjutnya bilang nggak sesat … terus aja seperti itu …

    Mantan ketua NU dan menteri agama bilang Syiah sesat, quraish shihab dan jalaluddin rahmat bilang nggak sesat … jadi gimana dong?

    Syiah itu sesat bukan dari perkataan orang, tapi dari ajaran2nya yang menyimpang dari Alquran.

    • Oktober 6, 2012 pukul 11:07 am

      Dan Allah berfirman di dalam Al-Qur’an, “…Sesungguhnya Tuhanmu yang LEBIH MENGETAHUI siapa yang tersesat dari jalan-Nya…” (QS An-Nahl 125).

      Jadi bukan Anda, saya atau ulama-ulama. Tetapi Allah yang lebih mengetahui. Anda mau ngikuti ayat Al-Qur’an atau mau ngikutin nafsu Anda yang senang mengobarkan permusuhan di kalangan umat islam?

    • harr
      November 16, 2012 pukul 6:00 pm

      Salahkan aja hasil konferensi oki di yordania yg menyatakan 8 mazab adalah islam, salah satunya adalah syiah imamah.

    • adi surya
      Desember 14, 2012 pukul 6:44 am

      Mana yg menyimpang bung? Apa merk yg bilang syiah tdk sesat itu org kampung? Mrk berpendidikan,ahmad deedat hujjatul islam abad ini mndukung syish walau bliau ahlussunah,syekh saltut rektor al azhar mesir yg prtama memasukan pljaran ttg syiah di al azhar pdhl dia ahlussunah,lihat MUI JATIM yg terkenal ngeloyor,dan aneh fatwanya sprti FB,THE MASTER jelas mrk bukan ulama yg alim dan Patut dicontoh mrk ank wahabiyah dan jga yg mndirikan al bayyinat klo dia bukan HABIB niscaya dia hnya org biasa yg ga didengar ocehannya

  7. arie saff
    September 22, 2012 pukul 3:50 pm

    Intinya anggota Mui Sampang kan punya Ponpes takut tidak laku, karena banyak anak2 muda yg jadi sntrinya Tajul Muluk , makanya satu2nya jalan ya menyesatkan Syiah biar tidak laku, inilah contoh ulama kolot dan tak mau maju.

    • harr
      November 16, 2012 pukul 6:02 pm

      Klau msalah pokoknya itu disitu adalah ada sumber minyak blok madura.

  8. September 27, 2012 pukul 2:01 pm

    meski saya tidak terlalu mengerti dengan topik yang dibicarakan , tapi secara keseluruhan topiknya menarik, makasih ya sdh mau berbagi

  9. saif arif
    Oktober 4, 2012 pukul 7:26 am

    Joos

  10. max
    November 1, 2012 pukul 3:05 pm

    Islam itu gak sesat,….yg sesat itu ulama2 dan orng2 yg mudah mengatakan sesat terhadap orng yg berkeyakinan lain, Agama diturunkan pd zaman jahiliyah, zman dimana manusia sudah tidak lagi beradab, bodoh bynyk pmbunuhan,pencoleng dll dan untuk memperbaiki prilaku dan akhlak manusia, laah kalo ada manusia yg tngkah lakunya apalagi bawa2 agama dan menyebabkan perpecahan dan kerusuhan umat saling bunuh, serang perlu di cek lagi agama yg dianutnya……atau akhlak manusianya. Jadi apapun agamaya, apapun keyakinanya kalo mambawa kedamaian, menurunkan kasih sayang pada manusia, itulah yg perlu kita hargai…

  11. Syi'ah bin Muljam
    November 9, 2012 pukul 4:26 pm

    Tulisan sesat menyesatkan Syi’ah bukan Islam, aqidah agama syi’ah tdk satupun ada persamaannya dgn aqidah Agama Islam

  12. November 9, 2012 pukul 10:47 pm

    Islam cinta damai, agama yang penuh rahmat, mari kita jaga kerukunan.

  13. Aktoin
    Desember 2, 2012 pukul 9:24 am

    Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam bertabligh.Lalu umat Islam yg menggunakan kekerasan berarti bukan pengikut sejati Rasulullah,karena tidak mengikuti contoh teladan Rasulullah SAW.

  14. Januari 5, 2013 pukul 1:25 pm

    Blognya bagus dan artikelnya menarik. Oya teman-teman blog, mampir ke lapak saya ya. Salam. http://globalenglishclubkhaskempek.wordpress.com/

  15. Desember 15, 2013 pukul 2:50 pm

    Buku yang kami terbitkan ini adalah kumpulan dari dua makalah KH. Abdul Hamid Baidlowi yang disampaikan pada acara pertemuan Ulama dan Habaib di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Jakarta pada tanggal 14 Rojab 1416 H/ 7 Desember 1995 M. yang berjudul: “Kritik Terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil” dan makalah beliau yang berjudul: “Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di penghujung Abad Ini” yang disampaikan pada acara sarasehan IPNU-IPPNU cabang Jombang pada tanggal 1 Shafar 1417 H/ 17 Juni 1996 M.

    Makalah tersebut hadir disaat umat Islam mulai resah atas bahaya pemikiran Gus-Dur yang pada saat itu berkapasitas sebagai Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan membongkar kerancauan ideologi Syi’ah Rafidloh yang dipasarkan lewat pemikiran Said Aqil Siradj yang pada saat itu menjabat Katib Am Nahdlatul Ulama. Mereka mencoba menyesatkan umat Islam dari ajaran yang benar, ajaran yang bertentangan dengan nash-nash al-Quran, Sunnah Rasul dan ajaran-ajaran Salafussholih.

    Semoga dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan manfaat untuk kita dalam rangka ikut andil membentengi aqidah umat Islam dari faham-faham sesat dan dari segala bentuk kesesatan berfikir yang berupaya menghancurkan agama Islam. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, amin.

  16. hikmah muthahhari
    Februari 3, 2014 pukul 2:13 pm

    Nabi saww bersabda: Wahai manusia, sungguh kutinggalkan kpd kalian sesuatu yg jika kalian berpegang teguh dgnnya kalian tidak akan terSESAT: Kitabullah & Ahlulbaitku. Ad-Durrul Mantsur, 6/7. Pertanyaan buat mrk yg mengatakan Syiah sesat is: Apakah mrk tlh berpegang teguh dgn Kitabullah & Ahlulbaht? Klu blm maka mrklah yg terSESAT, bkn Syiah. Krn Syiah sdh berpegang teguh dgn Kitabullah & Ahlulbait, sbgmana diperintahkan Nabi saww.

  17. hikmah muthahhari
    Februari 3, 2014 pukul 2:24 pm

    Dlm mencari kebenaran hrs berpedoman ini: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu orang yg benar. QS.2:111. Jd jgn cuma asbun & mengklaim tanpa bukti. Pertanyaan buat para pencari kebenaran: Apakah Rasulullah tlh menunjuk seseorang utk menjadi Khalifah/Pemimpin setelah wafatnya Rasul? Klu ada, siapakah dia? Ingat! Klu mau menjawab pertanyaan ini hrs pakai bukti sbgmmana firman Allah QS.2:111. Jd tdk blh asbun & mengklaim tanpa bukti.

  18. hikmah muthahhari
    Februari 3, 2014 pukul 2:41 pm

    Nas bagi Ali. Nabi saww bersabda: 1). Ali is Amir al-Mukminin setelahku & Khalifah pd umatku. Yanabi’ul Mawaddah, h.251-252. 2). Sesungguhnya Ali is saudaraku & washiku serta Khalifahku thd kalian, maka dengarlah & taatilah ia. Ad-Durrul Mantsur, 5/97. 3). Ali is Pemimpin setiap orang yg beriman setelahku. Sekarang coba buktikan nas bagi Abubakar, Umar & Usman (AUU), klu memang Nabi menunjuk AUU sbg khalifah/ pemimpin. Jgn cuma asbun & mengklaim tanpa bukti aja! Pahami QS.2:111.

  19. Desember 7, 2014 pukul 11:43 am

    wah wahhh gokill mangggg

  20. Desember 7, 2014 pukul 12:01 pm

    bacaan yang super sekali

  1. September 2, 2012 pukul 1:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: