Beranda > Tulisanku > SBY, Lihatlah Dirimu

SBY, Lihatlah Dirimu

SBY, Lihatlah Dirimu

Yasser Arafat

Wartawan Koran Harian Joglosemar

Baru-baru ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Situs Detik.com menurunkan berita mengenai itu. Disebutkan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad sebaiknya segera mengundurkan diri. Langkah pengunduran diri tersebut diyakini merupakan langkah awal untuk mengakhiri perang saudara menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang sudah berlangsung hampir dua tahun dan diperkirakan menewaskan puluhan ribu orang warga Suriah.

Demikian kata Presiden SBY sebagaimana disampaikan Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrian Pasha. Hal ini disampaikannya seusai pertemuan antara Presiden SBY dengan rombongan ulama dari sejumlah negara-negara Islam di Istana Bogor, Bogor, Senin (7/1) lalu.

SBY juga menyatakan bersamaan dengan penghentian konflik, bantuan kemanusiaan kepada warga Suriah harus tetap disalurkan. Komunitas internasional wajib menjamin bahwa tidak ada hambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut. Tiga hal pandangan SBY tadi dianggap sangat mendesak untuk segera dilakukan di Suriah.

Bagi saya, pernyataan SBY ini sangat mengejutkan. Untuk persoalan krisis di Suriah, SBY seakan tanpa kehati-hatian mengeluarkan pernyataan yang pada intinya menyarankan agar Bashar Assad mengundurkan diri. Tetapi untuk persoalan Israel yang menyerang Palestina dan membantai banyak warga Palestina, SBY hanya sebatas mengecam saja. Lalu mengapa SBY tidak pernah menuntut pembubaran negara Israel atau meminta pemimpin Israel untuk turun?

Pernyataan SBY tidak lebih dari upaya untuk melakukan pencitraan diri. Sebagian masyarakat Indonesia, kini sedang menyuarakan penolakan terhadap Bashar Assad dan menuntut Presiden Suriah itu untuk mundur. Tidak percaya? Mari sejenak luangkan waktu untuk membaca berita-berita yang diturunkan oleh mayoritas media di Indonesia, entah itu media pro Barat ataukah media yang mengatasnamakan Islam. Semua pada posisi yang pro “oposisi” Suriah. Di tengah situasi saat ini, apalagi yang lebih strategis dilakukan SBY selain menyerukan Assad mundur?

Benarkah Presiden Suriah saat ini sedang membantai rakyatnya? Benarkah ini murni konflik antara Pemerintah dengan rakyatnya, ataukah ada tangan-tangan asing yang turut campur memperkeruh kondisi sosial politik di sana?

Mari kita sejenak merujuk pada analisis yang disampaikan Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, seorang relawan medis MER-C. Menurut saya, analisis beliau bisa menjadi salah satu analisis yang netral dari orang dengan posisi yang netral pula, yakni sebagai relawan medis.

Pada opininya yang dimuat di Republika, beliau menyatakan bahwa Israel saat ini tengah menghadapi ancaman perlawanan dari Hamas di Palestina dan Hizbullah di Lebanon. Di tengah kedua kelompok militansi itu, berdiri Bashar Assad dengan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyediakan tempat buat Hamas di Suriah dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) didukung penuh oleh Bashar, karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.

Joserizal menegaskan, Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini, karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi, bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat. Tentu, Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan kedua kelompok perlawanan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel memblokade Gaza sedangkan untuk melumpuhkan Hizbullah, Israel memutus jalur pendukungnya yakni Suriah. Oleh sebab itu, Suriah harus dikuasai secara politik dan diganti penguasanya.

Rencana atau tuntutan penggulingan Bashar Assad yang dilontarkan oleh Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan juga kelompok-kelompok Islam yang kali ini satu suara dengan Setan Besar (Amerika Serikat) dan Setan Kecil (Israel), itu bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak, tiran atau tidak. Dengan menunggangi tren gerakan Arab Spring di dunia Arab dalam rangka mengganti penguasa yang sudah lama berkuasa, Israel memperalat Barat untuk menekan Bashar Assad.

Supaya lebih efektif, isu ini ditambah tonasenya dengan isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yang disebut inkar sunnah. Selanjutnya, bisa Anda tebak, kelompok-kelompok Islam di Indonesia pun kini menyebarkan isu bahwa Presiden Suriah yang katanya Syiah itu sedang membantah warganya yang Sunni.

Sementara itu, baru-baru ini Presiden Bashar Assad juga menyampaikan pidato fenomenalnya di hadapan para pejabat tinggi negara dan masyarakat di Damaskus. Assad mengatakan perang di Suriah bukan terjadi antara pro pemerintah dan oposisi, melainkan perlawanan bangsa Suriah terhadap musuh-musuhnya. Ia menyatakan bahwa pemerintah saat ini atau Bangsa Suriah sedang memerangi musuh-musuhnya berupa milisi bersenjata yang diimpor oleh negara-negara Arab seperti Qatar, Turki, dan Arab Saudi.

Kelompok bersenjata itu menyebut aksi-aksinya revolusioneris. Padahal, tegas Assad, aksi mereka tidak ada kaitan baik dekat maupun jauh dengan revolusi. Menurutnya revolusi membutuhkan keberadaan tokoh-tokoh cendekiawan, revolusi berangkat dari pemikiran. Lalu siapakah pemikir dan cendikiawan mereka? Ia menegaskan revolusi haruslah berlandaskan pada pengetahuan dan pemikiran dan bukan pada kebodohan. Revolusi adalah demi memajukan negara bukan memukul mundur negara hingga beberapa abad ke belakang.

Dalam pidatonya, Bashar Assad pun menuding para teroris yang memiliki basis pemikiran Al-Qaeda merupakan aktor dibalik kekisruhan di Suriah. Bahkan ia pun menyatakan bahwa Barat selama tiga dekade terakhir sedang mengendalikan jenis terorisme ini di Afghanistan dengan uang dari negara-negara Arab. Setelah misi para teroris ini berakhir dan Uni Soviet runtuh dan keluar dari Afghanistan, mereka semakin tidak terkendali dan sedang merusak negara-negara Arab dan bahkan Barat. Namun, dengan adanya berbagai peristiwa di Suriah, ini menjadi peluang bagi kekuatan Barat untuk merelokasi para teroris Al-Qaeda ke Suriah sehingga mereka dapat terbebas dari para teroris tersebut dan sekaligus melemahkan Suriah.

Menjadi hal yang lucu jika kemudian Presiden SBY justru menyarankan Presiden Bashar Assad untuk mundur dari jabatannya. Baik kiranya, yang terhormat Presiden SBY kita berikan saran untuk bercermin kepada diri sebelum ia memberikan saran kepada presiden negara lain.

Bagaimana sehari-hari di berbagai media muncul berita yang menuntut Presiden SBY untuk turun. Adakah sedikit pun langkah yang diambil Presiden SBY untuk turun dari jabatannya? Bukankah sebagian rakyat Indonesia turun ke jalan mendesak agar Presiden SBY turun sama seperti harapannya kepada Presiden Bashar Assad? Bukankah aksi-aksi terorisme yang terjadi di Indonesia juga dalam rangka merongrong kedudukan Presiden SBY? Lalu mengapa Presiden SBY Masih saja berada di kursinya yang nyaman saat ini?

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (9/1) menyatakan pemerintah Indonesia memilih tidak memihak pemerintahan rezim Bashar Assad maupun oposisi Suriah yang didukung Barat. Indonesia lebih mendorong pada proses politik daripada aksi bersenjata yang merenggut korban jiwa.

Jika seperti itu, lalu bagaimana dengan sikap Indonesia yang membentuk Densus 88 khusus untuk memburu kelompok yang sering disebut-sebut sebagai kelompok teroris? Bahkan sesekali Densus kelepasan dalam melakukan perburuan sehingga mengakibatkan orang-orang yang terduga teroris itu ditembak mati di tempat. Lalu apa bedanya sikap pemerintah Indonesia itu dengan sikap pemerintah Suriah? Saya pikir tidak ada bedanya. Baik Pemerintah Indonesia maupun Suriah, sama-sama ingin mempertahankan kedaulatan negaranya dari kelompok teroris yang didanai asing, kendati jalan itu harus ditempuh dengan serangan bersenjata.

Dimuat di Koran Harian Joglosemar Tanggal 12 Januari 2013

  1. Januari 24, 2013 pukul 1:58 pm

    SBY sekarang kurang gregetnya mas

  2. Januari 26, 2013 pukul 6:54 pm

    pak presiden sekarang mantap mas,yuk kita beri motivasi lagi.biar lebih semangat.

  3. Juni 6, 2013 pukul 11:18 am

    Apakah 2014 tipe pak SBY itu terlalu mainstream? tunggu jawabannya. . .

  4. yadisuciyadi
    Juli 8, 2013 pukul 4:28 am

    iya betul mas hadijedank, kita tunggu jawabnya hehehee

  5. Februari 13, 2014 pukul 2:11 am

    Semoga pemilu di 2014 berjalan dengan lancar ya, dan semoga pemimpinnya yg berwiba dan kalo bisa yg korupsi-korupsi di tembak mati saja

  6. indra
    Maret 19, 2014 pukul 5:38 am

    terima kasih aas informasinya
    http://obatnyerisendiherball.wordpress.com

  7. sayyidina ali
    Maret 24, 2014 pukul 8:38 am

    Penulis ini syiah asli 100% yang tidak rela bashar assad menghentikan pembantaiannya.
    Siapa yang tidak tahu kalau joserizal juga syiah yang bertaqiyyah?
    Bravo pak SBY!

  8. April 19, 2014 pukul 6:36 am

    hahahaha seru kang.

  9. Agustus 29, 2014 pukul 2:33 pm

    Biar bagaimanapun kita harus berterima kasih atas kepemimpinan beliau selama 10 tahun.

  10. September 25, 2014 pukul 1:41 am

    sby sudah mau pensiun

  11. September 28, 2014 pukul 9:32 pm

    blognya jarang d apdet ahh

  12. September 28, 2014 pukul 9:46 pm

    baca tulisannya ngakak gan!

  13. November 4, 2014 pukul 8:52 am

    slam kenal

  14. November 12, 2014 pukul 4:09 pm

    sby sdh lengser. dan tidak akan terpilih lagi karena sudah 2 periode. Jadi saya pikir tidak akan pencitraan. buat apa lha wong tidak mungkin mencalonkan presiden kembali.

  15. November 20, 2014 pukul 8:04 am

    Okelah kalau begitu

  16. Desember 7, 2014 pukul 11:36 am

    suka bingitss sama tulisannya
    http://goo.gl/0lZlDL

  17. Desember 7, 2014 pukul 11:40 am

    sangat menarik tuk dibaca

  18. Juni 10, 2015 pukul 12:45 pm

    salam knal bos ini kunjungan perdana saya

  19. Juli 26, 2016 pukul 7:20 am

    失败的人,就是有90%的可能性,但他们放弃。

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: