Fallacy of Dosenisme

Mungkin judul diatas terkesan aneh. Tetapi setidaknya itu menggambarkan keanehan berpikir yang aku temui di kampus yang katanya lingkungan ilmiah. Fallacy of dosenisme maksudnya ialah kesalahan-kesalahan berpikir yang dilakukan oleh beberapa dosen.

Tulisan ini bukan hendak menjatuhkan harga diri dan martabat seorang dosen, melainkan hendak mengupas soal kesalahan berpikir yang pernah aku jumpai menjangkiti dosen-dosenku. Harapannya, agar dosen dan mahasiswa bisa menghindari jebakan-jebakan fallacy sehingga kampus yang merupakan cerminan dari lingkungan ilmiah, bisa benar-benar dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Lanjutkan membaca

Dualisme HMI; Antara Yasir, Sumayyah, dan Ammar bin Yasir

logohmi

Salah satu diantara banyak pertanyaan yang pasti saya dengar saat berdiskusi tentang HMI dengan mahasiswa baru ialah pertanyaan soal perpecahan HMI menjadi HMI (DIPO) dan HMI (MPO). Selalu saja pertanyaan ini mengisi ruang-ruang dialog antara mahasiswa baru dengan pengurus HMI. Dan biasanya pertanyaan tersebut disusul dengan pertanyaan lanjutan seputar siapa yang benar dan siapa yang salah (tersesat).

Saya tertarik untuk sedikit memberikan pendapat terkait persoalan dualisme HMI ini. Ketertarikan sayani muncul ketika membaca artikel adu pendapat tentang siapa yang benar dan siapa yang sesat di beberapa website. Lanjutkan membaca

Metodologi Diskusi

Diskusi HMI

Manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan adanya hubungan dengan manusia lain. Tidak hanya hubungan secara fisik saja tapi juga hubungan ide diantara mereka. Hubungan ide antara satu manusia dengan manusia lain disebut sebagai komunikasi.

Dalam proses komunikasi, seseorang mengirimkan pesan kepada penerima pesan dengan harapan adanya reaksi terhadap pesan tersebut. Jadi komunikasi akan terjadi jika terdapat tiga hal yaitu pengirim pesan, pesan itu sendiri dan terakhir penerima pesan.

Pesan merupakan ide / pikiran manusia yang didapat melalui berbagai cara. Ada secara inderawi, ada secara akli, intuisi dan lain sebagainya. Ide yang ada merupakan cerminan dari realitas yang ada.  Tak mungkin ide manusia merupakan cerminan dari yang tiada. Yang tiada tak mungkin memberikan efek, termasuk efek terhadap pengetahuan manusia. Lanjutkan membaca

Konsistensi Terhadap Penerjemahan Kata “Auhaina”

Ternyata diskusi tentang wahyu yang turun kepada selain Nabi pun masih hangat untuk diperbincangkan. Para peserta diskusi ada yang memang berargumen dengan ilmiah walaupun terkadang kurang tepat dalam memahami dasar argumen mereka, tetapi tidak jarang juga ada diantara peserta diskusi yang senang sekali berkomentar kasar dan bahkan jorok.

Untuk orang-orang jahil seperti itu, saya hanya bisa mengucapkan “SALAM”.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً

(QS. Al-Furqan ayat 63) Lanjutkan membaca

Membaca atau Menulis Ta’awwudz?

Tulisan ini masih terkait dengan sebuah blog yang dalam beberapa kesempatan pemiliknya berdiskusi dengan saya. Dan isi diskusi kami sebagian sudah saya postingkan dalam blog ini, diantaranya adalah Wahyu dan Ilham dalam Terjemahan dan Wahyu Turun Kepada Selain Nabi?

Dalam sela-sela diskusi kami, ia tampak sekali kehabisan argumen sehingga ia merasa perlu untuk mendiskreditkan saya dengan mengubah wajah dari foto saya. Ada juga gambar-gambar yang ia buat, yang menurut saya tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Lanjutkan membaca

Wahyu Turun Kepada Selain Nabi?

al_quran1

Tulisan ini masih menyambung tulisan yang terdahulu mengenai ilham dan wahyu yang nampaknya masih memberikan efek sampai saat ini kepada orang-orang yang sudah kadung taqlid dengan penerjemahan Al-Qur’an versi DEPAG RI. Sampai-sampai ada seorang blogger yang tidak kesampaian untuk membantah apa yang jadi pendapat saya, sehingga merasa perlu untuk mendiskreditkan saya dengan mengubah-ubah foto wajah saya menjadi wajah keledai. Mungkin pengubahan wajah tersebut sebetulnya adalah representasi dari sifat keledai yang ada di dalam diri blogger tersebut. Lanjutkan membaca

ILHAM dan WAHYU Dalam Terjemahan

quran3

Berawal dari diskusi di blog tetangga tentang ilham dan wahyu, saya jadi kepikiran untuk menulis mengenai hal itu. Tetapi tulisan ini difokuskan pada permasalahan, apakah selain Nabi dapat memperoleh wahyu, atau hanya dapat memperoleh ilham saja? Lanjutkan membaca

Diskusi HMI: Ahmadiyah di Tengah Kerukunan Umat Beragama

Bulan Ramadhan telah datang. Dalam menyambut kedatangan dan mewarnai bulan Ramadhan ini, HMI Cabang Surakarta membuat serangkaian kegiatan yang bermanfaat.

Setelah melakukan pawai Becak dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan slogan “Shaum Terus Maksiat Jangan”, hari ini Minggu 30 Agustus 2009 HMI Cabang Surakarta mengadakan diskusi yang dinamakan SERABI “Semarak Ramadhan Bersinar ala HMI”. Lanjutkan membaca

Kritik Atas Waktu Memulai Puasa dan Waktu Berbuka Puasa

Udah lama pingin banget nulis hal ini. Tetapi baru sekarang aku memberanikan diri. Karena apa yang hendak aku tuliskan, sebetulnya dapat saja dengan mudahnya diragukan kebenarannya oleh para penganut paham Argumentum ad Hominem.

Pasalnya, aku seorang mahasiswa fakultas hukum yang buta akan tafsir agama, memberanikan diri menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits.

Kepada para ahli agama, mohon maaf jika apa yang aku sampaikan ternyata berbeda dengan pendapat Anda.

Ini seputar waktu berbuka puasa dan waktu memulai puasa. Lanjutkan membaca

Fallacy Argumentum ad Baculum

Ingin rasanya menulis pengalaman-pengalaman yang aku jumpai terkait dengan persoalan kesalahan berpikir atau dalam bahasa kerennya “Fallacy”.

Berawal dari rapat harian di HMI Cabang Surakarta. Ketika ada salah seorang peserta rapat harian mengeluarkan pertanyaannya yang menurutku mengandung unsur fallacy.

Saat itu suasana adu argumen terasa sekali. Orang tersebut berkata, “Terserah kawan-kawan mau memutuskan apa. Yang jelas seperti itu pendapat saya. Tetapi jika keputusan sudah kawan-kawan ambil dan ternyata ada permasalahan dikemudian hari, saya ndak ikut tanggung jawab.” Lanjutkan membaca

SURAT CINTA INI UNTUKMU YA RASULULLAH…

n1217295569_30382482_2527933

Kepada Rasul Saw…

Ya Rasulullah, Andai aku yang tinggal di zaman yang kurang baik ini bisa bertemu denganmu, yang hidup di zaman keemasan Islam, aku akan sangat bersyukur bila bisa bertemu denganmu. Terutama, aku ingin melihat sifat-sifat dirimu, yang bijak dan banyak dibicarakan orang. Kejujuran yang benar-benar nyata adanya. Kebaikan hatimu…….serta seluruh sifat-sifat baikmu yang tak bisa kutemukan di zaman sekarang. Lanjutkan membaca

Lagu Kangen Band: Antara Romantis dan Nasionalis

kangen-band1

Bosan dengan tulisan-tulisan serius, ingin rasanya aku menulis hal-hal yang santai. Tulisan ini kubuat, berawal dari kunjunganku ke kost salah seorang teman. Di kamarnya, ia sedang mendengarkan lagu kangen band yang berjudul juminten. Dia menunjukkan padaku bahwa lagu tersebut unik. Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, aku coba cermati dimana letak keunikan lagu tersebut. Lanjutkan membaca

Bom Naudzubillah & Si Cantik Salahiyah

bom_marriot

Bom meledak. Sembilan tewas, puluhan luka-luka. Korbannya memang tidak sebanyak bom Bali. Bom JW Marriot & Ritz-Carlton Jakarta itu juga tidak menimbulkan histeria massal. Itu karena kita mulai ‘terbiasa’ dengan ‘jebles jedur’ macam ini. Hanya yang tidak habis pikir, alasan bom itu diledakkan. Lanjutkan membaca

Antara Jihad dan Jahat

Dua pekan lalu negeri tercinta kita diguncang bom di dua hotel mewah di Jakarta. Korbannya bukan tentara Israel atau agen Mosad atau pelaku kejahatan. Belum ada kepastian siapa pelakunya karena lakon utama masih belum ditemukan. Yang berkembang hanya hipotesa, dugaan dan jugdment. Parahnya media massa seakan hanya memberikan satu perspektif saja dan mengarahkannya pada JI (Jaringan Islam), sebuah nama organisasi yang sejauh ini belum cukup dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, stigma negatif terhadap Islam makin kental. Sejurus dengan itu, analisis atau pendangan kiritis terhadap versi mainstream sangat mungkin dikategorikan sebagai keberpihakan terhadap frase seram “terorisme”. Demikian DR Muhsin Labib, pengamat politik dan pakar Islam, mengawali tulisannya yang dimuat di Adilnews dalam menanggapi fenomena terakhir di nusantara. Lanjutkan membaca

Catatan Kecil untuk Republika: Kaum Sunni Bukanlah Teroris!!

Hampir media-media dunia, termasuk Indonesia, hingga kini, masih mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan Iran. Tidak hanya isu politik dalam dan luar negeri Iran namun isu Sunni dan Syiah selalu diangkat ke dalam permukaan.

Koran Republika melaporkan, Iran telah menghukum gantung dua anggota kelompok gerilyawan Sunni di sebuah penjara Sabtu karena pembunuhan dan serangan di sebuah tempat di Iran tenggara yang bergolak.

Dalam pemberitaan tersebut, Koran Republika menyebut Kantor Berita Iran, IRNA, sebagai sumber berita tersebut. Lanjutkan membaca