30 Jun
Facebookku Dinonaktifkan
Setelah beberapa hari ini aku ndak bisa bergabung dengan teman-temanku di facebook, mulai hari ini facebookku kembali aktif.
3 hari yang lalu, Facebookku dinonaktifkan oleh Admin Facebook, mungkin dikarenakan kebanyakan kirim wall. Banyak yang tidak menduga bahwa Facebook memiliki aturan yang begitu ketat. Sehingga hampir tidak ada celah bagi para spammer untuk berulah di dalamnya.
Spammer, mungkin apa yang aku lakukan dianggap oleh Admin facebook sebagai sebuah tindakan spam.
Dengan merasa bersalah, segera setelah mengetahui dinonaktifkannya akun facebookku, aku langsung kontak admin Facebook. (disabled@facebook.com)
Salam,
Excuse me, my name is Yasser Tegal. I have a problem about my facebook account, its diactivated.
I want to know why. why my account got diactivated?
Is it because of my posting wall? What I did, is actuallay is informing all of my organization friend about some organization stuff.
So, at the end, with my pleasure, I just want to know why, then what should I do to get my account back?
Thanks.
Alhamdulillah, facebookku aktif lagi. Hore…!!!
29 Jun
Kudeta Tak Berdarah KAMMI
Ketum dan Sekjen Digusur, KAMMI Dikudeta Salah Satu Capres
Jakarta – Musyawarah Luar Biasa (MLB) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Graha Wisata Kuningan, Jakarta, Rabu (17/6/2009) memutuskan menonaktifkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal KAMMI. MLB ini diduga digelar karena adanya desakan dari salah satu capres dalam pilpres 2009. Lanjutkan membaca
26 Jun
Menggugat KPU
Untuk kesekian kalinya KPU melakukan tindakan kontroversial. Pasalnya, spanduk sosialisasi pilpres yang dikeluarkan oleh KPU, tanda contreng diberi pada calon nomor 2. Menurut KPU, spanduk tersebut dicetak sebelum penetapan capres-cawapres. Demikian alasan KPU untuk menegaskan bahwa mereka tidak berpihak ke calon tertentu. Lanjutkan membaca
21 Jun
Montazeri “Titip Kedengkian” dalam Ketegangan Politik Iran
Setelah Yusef Sanei, salah satu marja’ di Qom, yang secara terbuka mendukung aksi protes pilpres dan mengecam Ahmadinejad, Husein Ali Montazeri, mantan kandidat Rahbar yang dilengserkan pada masa Imam Khomeini, ikut ambil bagian dalam ketegangan politik di Iran. Lanjutkan membaca
20 Jun
Karena Antineolib, Ketua Umum KAMMI Dikudeta
Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rahman Thoha Budiarto dikudeta karena hadir dalam deklarasi yang mendukung Mega-Prabowo di Bumiwiyata, Depok, Rabu 10/06/09). Lanjutkan membaca
19 Jun
Ketika BBC-London Memanipulasi Berita
BBC tertangkap sedang melaksanakan penipuan publik dengan menggunakan foto-foto rapat umum pendukung ahmadinejad di iran dan mengklaim mereka sebagai representasi protes anti pemerintahan oleh pendukung Mousavi. Lanjutkan membaca
19 Jun
15 Dosa dan Kecurangan Ahmadinejad
Terpilihnya Ahmadinejad menjadi presiden Iran kedua kalinya, menyingkap rahasia dibalik kesuksesannya. Setidaknya ada 15 dosa dan kecurangan yang dilakukan Ahmadinejad selama memimpin Iran 4 tahun lalu. Wajar saja jika sekutu Ahmadinejad berang dan meminta pemilu diulang. Namun sampai saat ini berkas-berkas perkara yang diajukan kepada Dewan Garda tengah di godok. Dan inilah 15 dosa dan kecurangan Ahmadinejad sehingga di terpilih kembali menjadi presiden. Lanjutkan membaca
12 Jun
Kalahkah Hizbullah dalam Pemilu Lebanon ‘09?
Hampir semua media utama Indonesia memberitakan kekalahan Hizbullah dalam pemilu 8 Juni 2009 kemarin. Berita yang mentah-mentah berasal dari media Barat itu sebenarnya lebih merupakan disinformasi ketimbang fakta yang sebenarnya. Bagi pengamat yang memahami seluk-beluk sistem pemilu Lebanon yang sangat kompleks, Hizbullah justru keluar sebagai pemenang dalam pemilu kali ini. Lanjutkan membaca
2 Jun
Neoliberalisme Kerudung ala PKS
TEMPO Interaktif, Jakarta: Neoliberalisme bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan kepada pasar. Fondasi utamanya adalah kebebasan seluas-luasnya sehingga menciptakan keadaan di mana kehidupan publik tunduk pada logika pasar. Tidak ada ranah kehidupan yang tidak bisa dijadikan komoditas. Semua bisa diperjualbelikan. Fungsi sosial masyarakat yang merupakan nilai dasar manusia direduksi sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari komoditas ekonomi belaka. Pada kondisi seperti inilah politik tidak lagi memiliki makna. Politik seharusnya merupakan keputusan-keputusan yang menawarkan nilai-nilai. Sedangkan dalam konsep neoliberalisme, hanya satu cara rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Lanjutkan membaca
26 Mei
Antara Der Spiegel dan Walid Jumblat
Majalah kenamaan Jerman Der Spiegel menurunkan berita bahwa Hizbullah berada di belakang kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rofiq Al-Hariri pada tahun 2005 silam.
Seperti dilansir situs Al-Watan Saudi Arabia, Senin (25/5), atas tuduhan itu Hizbulah langsung membantahnya. Sebelumnya Mahkamah Internasional menampik keterlibatan Hizbullah dalam kasus terbunuhnya Al-Hariri Lanjutkan membaca
26 Mei
Siasati ‘Ranjau-ranjau’ di UU ITE
Jakarta – Bagi sebagian kalangan blogger dan netter, kebebasan berekspresi adalah sebuah hal yang mutlak dan dilindungi Undang-undang Dasar. Sejumlah pasal di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dinilai bisa mengancam kebebasan berekspresi. Salah satu pasal yang dinilai membingungkan dan rentan menjadi ‘ranjau’ bagi para blogger adalah pasal 27 ayat (3). Lanjutkan membaca
24 Mei
Syi’ah di Aceh Budaya atau Aqidah?
TULISAN Dr. M. Hasballah M. Sa’ad; “Syiah di Aceh” (Serambi, Minggu, 22/02/2009) telah menggugah saya dan memberi tanggapan, khususnya berkait Hikayat Muhammad Nafiah, putra Ali bin Abi Thalib dari isterinya yang lain, yang didudukkan di paha kanan Rasulullah saw. Sementara, cucu kesayangan beliau saw, Hasan dan Husen didudukkan di paha kiri Rasul yang kemudian membuat Saida Fatimah, bermasam muka. Lalu Rasul saw, menjelaskan bahwa Hasan dan Husein akan menemui ajal karena dibunuh, dan Muhammad Nafiah akan menuntut bela atas kematian mereka ini. Lanjutkan membaca
22 Mei
Antara Tifatul dan KAMMI
Tulisan ini merupakan hasil tumpahan isi kepala yang harus segera dikeluarkan. Berawal dari koran tempo yang ada di sekretariat HMI Komisariat Hukum UNS. Sepulang kuliah aku membaca koran tersebut dan pandanganku tertuju pada tulisan “Boediono Masih Dianggap Mengganjal” pada halaman depan. Aku melihat ada pernyataan Tifatul Sembiring mengenai KAMMI. Lanjutkan membaca




















Komentar Terbaru