Film Jusuf Kalla

Facebookku Dinonaktifkan

Setelah beberapa hari ini aku ndak bisa bergabung dengan teman-temanku di facebook, mulai hari ini facebookku kembali aktif.

3 hari yang lalu, Facebookku dinonaktifkan oleh Admin Facebook, mungkin dikarenakan kebanyakan kirim wall. Banyak yang tidak menduga bahwa Facebook memiliki aturan yang begitu ketat. Sehingga hampir tidak ada celah bagi para spammer untuk berulah di dalamnya.

Spammer, mungkin apa yang aku lakukan dianggap oleh Admin facebook sebagai sebuah tindakan spam.

Dengan merasa bersalah, segera setelah mengetahui dinonaktifkannya akun facebookku, aku langsung kontak admin Facebook. (disabled@facebook.com)

Salam,

Excuse me, my name is Yasser Tegal. I have a problem about my facebook account, its diactivated.

I want to know why. why my account got diactivated?

Is it because of my posting wall? What I did, is actuallay is informing all of my organization friend about some organization stuff.

So, at the end, with my pleasure, I just want to know why, then what should I do to get my account back?

Thanks.

Alhamdulillah, facebookku aktif lagi. Hore…!!!

Kudeta Tak Berdarah KAMMI

Ketum dan Sekjen Digusur, KAMMI Dikudeta Salah Satu Capres

kammidalam

Jakarta – Musyawarah Luar Biasa (MLB) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Graha Wisata Kuningan, Jakarta, Rabu (17/6/2009) memutuskan menonaktifkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal KAMMI. MLB ini diduga digelar karena adanya desakan dari salah satu capres dalam pilpres 2009. Lanjutkan membaca

Menggugat KPU

Untuk kesekian kalinya KPU melakukan tindakan kontroversial. Pasalnya, spanduk sosialisasi pilpres yang dikeluarkan oleh KPU, tanda contreng diberi pada calon nomor 2. Menurut KPU, spanduk tersebut dicetak sebelum penetapan capres-cawapres. Demikian alasan KPU untuk menegaskan bahwa mereka tidak berpihak ke calon tertentu. Lanjutkan membaca

Montazeri “Titip Kedengkian” dalam Ketegangan Politik Iran

Setelah Yusef Sanei, salah satu marja’ di Qom, yang secara terbuka mendukung aksi protes pilpres dan mengecam Ahmadinejad, Husein Ali Montazeri, mantan kandidat Rahbar yang dilengserkan pada masa Imam Khomeini, ikut ambil bagian dalam ketegangan politik di Iran. Lanjutkan membaca

Karena Antineolib, Ketua Umum KAMMI Dikudeta

phpThumb_generated_thumbnailjpg

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rahman Thoha Budiarto dikudeta karena hadir dalam deklarasi yang mendukung Mega-Prabowo di Bumiwiyata, Depok, Rabu 10/06/09). Lanjutkan membaca

Ketika BBC-London Memanipulasi Berita

BBC_London_logo

BBC tertangkap sedang melaksanakan penipuan publik dengan menggunakan foto-foto rapat umum pendukung ahmadinejad di iran dan mengklaim mereka sebagai representasi protes anti pemerintahan oleh pendukung Mousavi. Lanjutkan membaca

15 Dosa dan Kecurangan Ahmadinejad

pendukung-mustadafin

Terpilihnya Ahmadinejad menjadi presiden Iran kedua kalinya, menyingkap rahasia dibalik kesuksesannya. Setidaknya ada 15 dosa dan kecurangan yang dilakukan Ahmadinejad selama memimpin Iran 4 tahun lalu. Wajar saja jika sekutu Ahmadinejad berang dan meminta pemilu diulang. Namun sampai saat ini berkas-berkas perkara yang diajukan kepada Dewan Garda tengah di godok. Dan inilah 15 dosa dan kecurangan Ahmadinejad sehingga di terpilih kembali menjadi presiden. Lanjutkan membaca

Kalahkah Hizbullah dalam Pemilu Lebanon ‘09?

Musa Kazhim

Hampir semua media utama Indonesia memberitakan kekalahan Hizbullah dalam pemilu 8 Juni 2009 kemarin. Berita yang mentah-mentah berasal dari media Barat itu sebenarnya lebih merupakan disinformasi ketimbang fakta yang sebenarnya. Bagi pengamat yang memahami seluk-beluk sistem pemilu Lebanon yang sangat kompleks, Hizbullah justru keluar sebagai pemenang dalam pemilu kali ini. Lanjutkan membaca

Neoliberalisme Kerudung ala PKS

image.tempointeraktif.com

Plis...jangan jadikan jilbabku sebagai komoditas politik.

TEMPO Interaktif, Jakarta: Neoliberalisme bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan kepada pasar. Fondasi utamanya adalah kebebasan seluas-luasnya sehingga menciptakan keadaan di mana kehidupan publik tunduk pada logika pasar. Tidak ada ranah kehidupan yang tidak bisa dijadikan komoditas. Semua bisa diperjualbelikan. Fungsi sosial masyarakat yang merupakan nilai dasar manusia direduksi sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari komoditas ekonomi belaka. Pada kondisi seperti inilah politik tidak lagi memiliki makna. Politik seharusnya merupakan keputusan-keputusan yang menawarkan nilai-nilai. Sedangkan dalam konsep neoliberalisme, hanya satu cara rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Lanjutkan membaca

Antara Der Spiegel dan Walid Jumblat

Majalah kenamaan Jerman Der Spiegel menurunkan berita bahwa Hizbullah berada di belakang kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rofiq Al-Hariri pada tahun 2005 silam.

Seperti dilansir situs Al-Watan Saudi Arabia, Senin (25/5), atas tuduhan itu Hizbulah langsung membantahnya. Sebelumnya Mahkamah Internasional menampik keterlibatan Hizbullah dalam kasus terbunuhnya Al-Hariri Lanjutkan membaca

Siasati ‘Ranjau-ranjau’ di UU ITE

Jakarta – Bagi sebagian kalangan blogger dan netter, kebebasan berekspresi adalah sebuah hal yang mutlak dan dilindungi Undang-undang Dasar. Sejumlah pasal di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dinilai bisa mengancam kebebasan berekspresi. Salah satu pasal yang dinilai membingungkan dan rentan menjadi ‘ranjau’ bagi para blogger adalah pasal 27 ayat (3).  Lanjutkan membaca

Syi’ah di Aceh Budaya atau Aqidah?

TULISAN Dr. M. Hasballah M. Sa’ad; “Syiah di Aceh” (Serambi, Minggu, 22/02/2009) telah menggugah saya dan memberi tanggapan, khususnya berkait Hikayat Muhammad Nafiah, putra Ali bin Abi Thalib dari isterinya yang lain, yang didudukkan di paha kanan Rasulullah saw. Sementara, cucu kesayangan beliau saw, Hasan dan Husen didudukkan di paha kiri Rasul yang kemudian membuat Saida Fatimah, bermasam muka. Lalu Rasul saw, menjelaskan bahwa Hasan dan Husein akan menemui ajal karena dibunuh, dan Muhammad Nafiah akan menuntut bela atas kematian mereka ini. Lanjutkan membaca

Blog Baruku “Rasionalitas Hukum”

Alhamdulillah tepat tanggal 23 Mei 2009 ini, aku membuat blog baru. Blog ini aku buat sebagai respon akan adanya layanan yang diberikan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta, tempat aku menimba ilmu dan mencari panggilan hidup untuk saat ini.

Layanan tersebut berupa UNS Social Network. UNS Social Network ini adalah layanan semacam Friendster, Facebook, dengan tambahan weblog. Jadi dengan membuat blog di UNS Social Network, dapat membuat blog kita menjadi mudah dicari oleh sesama civitas akademika UNS. Begitu juga sebaliknya, kita pun dapat dengan mudahnya mengetahui blog mahasiswa atau dosen UNS.

Blog baru itu aku beri judul “Rasionalitas Hukum”. Rencananya, blog tersebut berisi tulisan-tulisan berupa berita, artikel, materi kuliahku di bidang hukum. Seperti biasa, tulisan-tulisanku tidak terlalu ilmiah seperti mereka yang sudah bergelar master. Ini hanya sebuah coretan dari seorang mahasiswa yang sedang belajar. Jadi, tentunya tulisan-tulisan tersebut ditulis tidak dengan sikap anti kritik. Keterbukaan dari segala kritik, terkadang membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.

www.ressay.blog.uns.ac.id

Antara Tifatul dan KAMMI

KAMMI

Tulisan ini merupakan hasil tumpahan isi kepala yang harus segera dikeluarkan. Berawal dari koran tempo yang ada di sekretariat HMI Komisariat Hukum UNS. Sepulang kuliah aku membaca koran tersebut dan pandanganku tertuju pada tulisan “Boediono Masih Dianggap Mengganjal” pada halaman depan. Aku melihat ada pernyataan Tifatul Sembiring mengenai KAMMI. Lanjutkan membaca